Share=>

Selasa, 24 Januari 2012

Fase Revolusi Motivasi


“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)

Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama, fase to do. Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua, fase to have. Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga, fase to be. Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.

Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

Paradigma


Sore itu disebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi. Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja.

Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain. Yang kecil mulai menarik- narik korang yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu.

Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut. “Pak, tolong dong anaknya dijaga!” pinta salah seorang penumpang. Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak.

Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah. Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduannya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah.

Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak. “Pak bisa mendidik anak tidak sich!” kata seorang penumpang dengan geram.

“Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini, tapi bapak koq diam saja”. Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya, dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu. “Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja ditinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya”. Bapak itu diam sejenak, dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. “Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf”. Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya. Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain.

PERHATIKAN KONDISI SUBWAY ITU. PENUMPANGNYA MASIH SAMA. KEDUA ANAK ITU MASIH NAKAL-NAKAL. Tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok. SUASANA DIDALAM SUBWAY ITU BERUBAH 180 DERAJAT. KENAPA?…. KARENA SEBUAH INFORMASI. INILAH YANG DISEBUT PERUBAHAN PARADIGMA. Ternyata, batas antara SETUJU dan MENOLAK itu sangat tipis sekali. Dan itu tidak akan pernah dapat ditembus, kecuali oleh sebuah INFORMASI yang benar

Senin, 19 Desember 2011

Ragam Pesona Kota KelahiranKu

Kota Singkawang memiliki luas 50.400 ha, yang dibagi menjadi 5 (lima) wilayah Kecamatan meliputi 26 Kelurahan. Berjarak ± 147 km dari Ibukota Propinsi Kalimantan Barat (Pontianak) dan dapat dicapai melalui transportasi darat maupun laut (pelabuhan Singkawang).

Singkawang adalah kota yang memiliki potensi wisata yang lengkap. tidak hanya pemandangan alam, tapi juga etnis, budaya dan kulinernya yang menarik

Kehidupan masyarakat Kota Singkawang yang multi etnis terdiri dari 3 (tiga) etnis terbesar yakni Tionghoa (Cina), Melayu dan Dayak ditambah suku-suku lainnya yang hidup secara berdampingan dan harmonis, memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Keanekaragaman etnis dan budaya ini memberikan ciri dan daya tarik tersendiri bagi Kota Singkawang.

Kota Singkawang yang letaknya dipesisir pantai dan dikelilingi oleh gunung-gunung memberikan kesan dan keindahan alam tersendiri. Dengan posisi letaknya yang demikian menjadikan Kota Singkawang banyak menyimpan objek-objek wisata menarik.


Foto di atas adalah Bangunan Masjid dan Wihara (pekong/kelenteng) yang berdampingan di kota Singkawang.
Damai itu benar2 Indah.. ^_^

Dan foto dibawah ini adalah Foto Masjid Raya Singkawang yang baru selesai di renovasi dan sekarang merupakan salah satu Icon Kota Singkawang




Selain itu, Singkawang memiliki banyak kelenteng atau kuil Vihara, sehingga kuil ini kerap mendapat julukan sebagai "Kota Seribu Kelenteng". Bangunan-bangunan di kota ini memiliki arsitektur yang khas diantaranya sebuah bangunan ala Tiongkok kuno terletak di belakang deretan bangunan ruko baru JI. Budi Utomo, Singkawang. Tepatnya rumah No.36 ini di ujung jalan menuju tepi sungai. Di antara bangunan baru begitu banyak dalam kota Singkawang, bangunan tersebut masih kokoh berdiri selama ratusan tahun sampai sekarang. Bentuknya yang mirip “Si he yuan” (bangunan khas Tiongkok utara) ini justru memberikan kesan bersahaja dan sedikit kesuraman karena terkikis hantaman cuaca selama ratusan tahun. Bangunan nuansa antik yang didirikan Xie Shou Shi (alias Xie Zhong Shou, Xie Shou, Xie Feng Chen), sang leluhur perintis pertama marga Xie di Singkawang, sudah berumur 105 tahun namun masih berdiri kokoh. Hingga kini sudah menjelang tujuh generasi masih menetap di situ dan meneruskan dan generasi ke generasi.




Kota Singkawang memiliki berbagai wisata menarik. Salah satunya, Rindu Alam.

Rindu Alam adalah tempat wisata yang dibuka untuk umum. Lokasinya terletak di antara Gunung Bajau, Gunung Kota dan Gunung Pelapis. Hanya berjarak 18 km dari wisata Pasir Panjang dan Palm Beach, objek wisata alam yang sudah sangat terkenal di Kalimantan Barat.

Jalan Tanjakan ke wisata Rindu Alam








Rindu Alam

Rindu Alam berada pada ketinggian sekitar 400 m dari permukaan laut, sehingga jika kita berada di puncak akan terasa hawa dingin dengan pemandangan alam yang sangat memesona.

Dari atas puncak tempat wisata Rindu Alam, akan terlihat hamparan laut, pegunungan, Kota Singkawang dari kejauhan. Secara kasat mata, pemandangan tempat wisata Rindu Alam hampir mirip dengan objek wisata Uluwatu, Bali.

Anda mungkin membayangkan bahwa tempat wisata ini hanyalah puncak gunung biasa. Jika Anda bosan memandangi keindahan alam dari puncak, sebaiknya Anda mencoba suasana baru di Pantai Pasir Pendek. Atau mencoba tempat wisata yang lain, yaitu Zinka Zoo. Objek wisata ini adalah lokasi konservasi di Kalimantan Barat.

Di sini terdapat hewan-hewan langka yang dilindungi oleh negara, seperti harimau putih, gajah, singa, onta, kuda, orangutan, rusa, beruang, aneka burung dan jenis-jenis hewan langka lainnya yang belum pernah Anda saksikan. Lokasinya juga tidak jauh dari objek wisata Rindu Alam karena menyatu dengan Rindu Alam dan Sinka Island Park..



Pulau Simping adalah sebuah pulau di Singkawang Selatan
Tadinya nama pulau Simping adalah pulau Kelapa Dua, yang terletak di Teluk Mak Jantu, tepatnya berada dikawasan Sinka Island Park, Singkawang. PBB sendiri mengakui bahwa pulau mungil ini, ‘the smallest island in the world’, jadi keberadaannya sebagai pulau terkecil udah diakui oleh dunia internasional. Ada jembatan lumayan panjang untuk berjalan ke Pulau Simping yang dikelilingi batu-batu. Selain itu Pulau Simping juga dikelilingi pemandangan pantai, laut dan perbukitan yang indah.Terletak di perairan Bay Mak Jantu, Selatan Singkawang, Kalimantan Barat, pulau ini termasuk dalam kawasan wisata pantai Sinka Island Park.


Dan ada juga yang namanya Tanjung Bajau. Tanjung Bajau termasuk kawasan Sinka Island Park yang merupakan wisata yang baru dibangun, dan terdiri dari wisata Pegunungan dan Pantai serta terdapat patung-patung raksasa yang sekaligus sebagai keunggulan Tanjung Bajau









Taman Bukit Bougenville 

Bukit Bougenville adalah taman yang terletak hanya 10 menit dari pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Taman ini mempunyai area seluas 1,5 hektar. Sebagian besar area ini ditutupi dengan rumput dan dipercantik dengan berbagai tanaman hias dengan bougenville adalah tanaman yang paling mendominasi.
Pengunjung bisa melihat warna-warni tanaman bougenville yang ditanam di taman. Warna tanaman ini kontras sekali dengan warna hijau rumput dibawahnya.

Pada sebagian area taman ada yang dilengkapi dengan track pejalan kaki yang melintasi area taman. Pada bagian lain terlihat ada kolam. Diatas kolam ini terdapat jembatan yang memotong kolam dengan tulisan “Bukit Bougenville” pada sisi jembatan. Sementara itu ada patung naga yang meliuk-liuk pada bagian bawah kolam dengan kepala yang menjulang keatas jembatan. Bila dilihat dari bentuknya yang seperti ular, maka naga ini bisa dipastikan merupakan hewan mitologi yang berasal dari Tingkok. Bukannya seperti bentuk naga yang umum ditemui pada mitologi yang berasal dari Eropa.


Pasar Hongkong: Menu Tradisional di Pasar ‘Internasional’






Hongkong van Borneo di Kota Singkawang tak hanya menyajikan pantai indah dan Klenteng untuk dijadikan tempat wisata. Anda juga bisa mampir di ‘pasar internasional’ yang ada di pusat Kota Singkawang, yakni Pasar Hongkong.

Jika anda merasa lapar di malam hari bukanlah persoalan, karena deretan gerobak yang menjual berbagai jenis makanan di pasar Hongkong siap menuntaskannya. Pasar Hongkong adalah sebutan orang-orang Singkawang untuk jalan Bawal dan sekitarnya di malam hari. Di pagi dan siang harinya, lokasi ini hanyalah jalan biasa tempat berlalu lalang berbagai kendaraan, namun ketika malam tiba akan dipadati gerobak-gerobak yang menjual berbagai jenis makanan.


Jejeran gerobak dorong, tatanan meja dan kursi plastik di pelataran toko yang sudah tutup, menjadi pemandangan indah tersendiri saat menyusuri Kota Singkawang di malam hari. Lampu petromak dan lampu listrik, saling berbagi terang. Ramai pengunjung bisa dilihat dari jejeran motor yang terparkir rapi.

Pasar Hongkong tak buka sepanjang waktu. Anda bisa menemukan pasar ini mulai pukul 18.00 WIB. Karena, penjual di Pasar Hongkong harus sabar menunggu pintu toko ditutup oleh pemiliknya, untuk menggelar dagangan mereka. 

Pasar Hongkong juga disebut-sebut sebagai Singkawang yang tak pernah tidur. Di tepi jalan di Pasar Hongkong, Berbagai komoditi sayuran dan buah-buahan dijajakan sejalan dengan para penjual makanan di tepinya. Bergabung duduk bersama warga setempat sungguh mengasyikkan saat cerita saling bertukar. Bubur tahu, mie asin, chai pow phan, rujak tionghoa, bakso singkawang, bubur sapi, dan ditutup oleh air tahu atau liang teh yang terkenal.

Beberapa makanan dan minuman terkenal di Singkawang ialah:
•    Kopi Tarik
•    Bubur Pedas  Warung Bendahre
•    Choi Pow Phan
•    Kue Tiaw goreng
•    Mie Goreng Dian
•    Liang Tea
•    Sotong Pangkung
•    Kue Bulan
•    Kue Keranjang
•    Tan Huang Su
•    Jiu Tui Tau Sa
•    Gu Jin Pia
•    Tau Sa Kuh Putih
•    Bubur Gunting


Menjelang pukul 03.00 pagi, satu persatu penjual makanan di Pasar Hongkong membersihkan sampah di sekitar lokasi jualan mereka. Bila sudah bersih, mereka mengemaskan barang dagangan dan pulang. Kehidupan transaksi jual-beli dilanjutkan oleh pemilik toko yang mayoritas warga Tionghoa.


Bila kantuk menyerang padahal Anda masih ingin menghabiskan malam di Kota Singkawang dengan bersantai di Pasar Hongkong, segera pesan kopi asli Singkawang pada penjual warung kopi. Pedagang di Pasar Hongkong biasanya menyediakan kopi yang dibuat sendiri dan bukan olahan pabrik. Kopi ini bisa diperoleh di pasar tradisional yang buka saat pagi hingga sore hari. 


Kopi asli digiling sendiri, sehingga memiliki aroma dan nikmat tersendiri saat membasahi tenggorokan kita. Hitamnya kopi, bangunan lama yang tertimpa bias lampu, dan lalu lalang kendaraan di jalan, akan menjadi cerita tersendiri menikmati pekatnya malam di Hongkong van Borneo

Selain tempat wisata di atas, Singkawang juga memiliki acara tahunan yang selalu menarik wisatawan baik domestik maupun dari luar yaitu Cap Go Meh




Suasana Malam Imlek



Ini foto2 lainnya di Kota Singkawang

Pemandangan Danau Teratai Kota Singkawang


 Jalan Raya Kota Singkawang


Jumat, 18 November 2011

Humor ( Pembelaan Seorang Perokok)

Ngga selamanya merokok itu negatif... Ini contohnya...
Hal Positif Dari Merokok
1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko
tersebut aktiflah merokok.
2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang
membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal
dalam posisi merokok.
4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak
sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
5. Baik untuk basa-basi / keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa
tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan
perusahaan obat batuk.
7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju
berlubang kena api rokok.
8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya
sehingga se-olah² berkabut.
9. Menghilangkan bau wangi²an ruang bagi yang alergi bau parfum.
10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
11. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula
merokok itu tidak mudah, batuk² dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).
12. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok.
Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
13. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh
nikmat. Apalagi ditambah merokok!
14. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
15. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.
16. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang
terikat dikursi... Ha³ penderitaan itu pedih jendral...!!!
17. Film Koboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil
ngupil susah betul.
18. Teman boker yang setia.
19. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya
dicantumkan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan... Gile kali yeee.

Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Hacker & Cracker. Siapa yang baik, & Siapa yang jahat?

Dalam dunia keamanan jaringan, kedua istilah di atas bukanlah hal yang asing dan terdengar aneh. Bahkan kedua kelompok inilah yang banyak mempengaruhi kondisi keaman jaringan, sehingga oleh sebagian orang ada yang menyebut mereka sebagai “pengendali” keamanan dunia maya. Namun ternyata tidak banyak dari Kita yang dapat memahami pengertian, karakteristik, dan perbedaan dari kedua istilah di atas.

Sesungguhnya Hacker dan Cracker adalah dua istilah yang memiliki makna sangat berbeda. Namun oleh kebanyakan orang, kedua kelompok yang berperan sangat penting dalam keamanan dunia maya ini sering disalahartikan sehingga mereka seolah-olah sama dan merugikan. Jika kita mencoba menelaah dan mencari letak perbedaan antara Hacker dan Cracker, maka akan terlihat bahwa ternyata mereka memiliki tujuan yang sangat berbeda dalam melakukan aksinya. Oleh karena itu, agar kesalahan pengertian dari kedua istilah tersebut tidak berangsur-angsur, marilah kita mencoba memahami arti dan perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Lalu, dimana letak kesalahan dari pendefinisian kedua istilah yang kerap hinggap ditelinga kita ini? Apalagi semenjak ada kabar bahwa “KPU-online” dibobol oleh para “hacker” beberapa bulan kebelakang, atau bahkan baru-baru ini situs “POLRI” & “Lemhannas” juga dikabarkan telah dibobol oleh seorang hacker. Benarkah itu adalah pekerjaan seorang hacker? Atau pekerjaan seorang cracker?

Tulisan ini mencoba menjawab dua istilah yang tidak asing ditelinga kita tersebut dengan wacana seorang pembelajar murni. Artinya, saya bukan dari kedua golongan tadi. Walaupun pada akhirnya menjadi tertarik untuk sekedar tahu aktifitas mereka (para hacker & cracker) sebagai satu ilmu yang menarik dalam dunia IT beberapa tahun ini.

PERSOALAN DASAR

Hacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah “there is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment“

Dengan kata lain, Raymon mengatakan, “the members of this culture originated the term ‘hacker’“. Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web (www) sehingga dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia di belahan manapun dia berada asal terkoneksi pada internet.

Lebih lanjut Raymon mengatakan “jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker, maka anda adalah seorang hacker“.

Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal kedalam komputer kita dan kemudian “mencuri dan mengacak-ngacak” data kita, mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia yang berbeda. Dengan kata lain, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini, menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang membangun sistem, sementara seorang Cracker malah “menghancurkannya“. (How to become a hacker, Eric S. Raymond, 2001).

Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak lain karena “dosa” pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk “penghancuran sistem informasi” yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker.

Sebut misalnya film The Net (1995), Take Down (1999). Film tersebut mengangkat tema hacker untuk menyebut cracker.

Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di luar negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahami karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny B.U, M.Si)

MENJADI HACKER

Mungkin sekilas tentang definisi di atas cukup untuk membatasi sejauh mana peranan seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?

Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet. Semua dasar diatas adalah ilmu yang “wajib” dimiliki jika kita memang berminat untuk menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.

Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit.

Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka (anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software.

Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem rahasia orang lain.

PERBEDAAN HACKER DAN CRACKER

a) HACKER

Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b) CRACKER

Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagian contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Jadi, jelas yang sebenarnya orang jahat itu adalah cracker bukan hacker seperti kebanyakan pendapat orang.

Di sisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kekhawatiran takut terjebak pada pola “nyeleneh” yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain. Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.

kutipan dari : http://indrashredder.wordpress.com